E-learning Hak Cipta


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

E-learning Hak Merek


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

E-learning Hukum Hak atas Kekayaan Intelektual


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

E-learning Kerjasama dalam dunia bisnis


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

E-learning Hukum Kepailitan


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

E-learning Hukum Organisasi Bisnis


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

E-learning Hukum Kontrak


Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

Hukum Jaminan


materi pertemuan 2: Hukum Jaminan

Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

Hukum Kepailitan Internasional


project-buku187

 

Jika PT X perusahaan induknya ada di Perancis dinyatakan pailit, bagaimana dengan PT X yang ada di Indonesia, Singapore, Belanda dan perusahaan-perusahaan cabang lainnya?? Apakah ikut pailit?
Kemudian sebaliknya, jika PT X yang ada di Indonesia dinyatakan pailit, apakah akan berimbas pada PT X di Perancis yang merupakan perusahaan induk? Atau misalnya harta PT X yang ada di Indonesia tidak cukup untuk melunasi utang para kreditor, apakah dapat mengambil harta dari perusahaan induk atau perusahaan cabang lainnya? Baca lebih lanjut

Categories: Pemikiran Penulis | 1 Komentar

Perdamaian dalam Perkara Kepailitan


Bahasan materi:

  1. Definisi Perdamaian;
  2. Isi Rencana Perdamaian
  3. Prosedur & Pengaturan Pengajuan Rencana
    Perdamaian
  4. Berita Acara dalam Perdamaian;
  5. Homologasi;

 

Bahwa perdamaian merupakan salah satu mata rantai dalam proses kepailitan. Perdamaian dalam proses kepailitan ini sering juga disebut dengan istilah “akkoord” (bahasa Belanda) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah “composition”.
Pasal 144 UU K-PKPU menentukan bahwa Debitor Pailit berhak untuk menawarkan suatu perdamaian kepada semua Kreditor.

Bahwa perdamaian merupakan salah satu mata rantai dalam proses kepailitan. Perdamaian dalam proses kepailitan ini sering juga disebut dengan istilah “akkoord” (bahasa Belanda) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah “composition”.
Sebenarnya perdamaian dalam proses kepailitan pada prinsipnya sama dengan perdamaian dalam pengertian yang umum, yang intinya terdapatnya ”kata sepakat” antara para pihak yang bertikai. Jadi, kata kuncinya adalah “kata sepakat”. Untuk perdamaian dalam proses kepailitan, kata sepakat tersebut diharapkan terjadi antara pihak debitor dan para kreditornya terhadap rencana perdamaian (composition plan) yang diusulkan oleh debitor. Berdasarkan pengertian perdamaian diatas, maka dapat dikatakan bahwa perdamaian merupakan perjanjian yang dilakukan kedua pihak antara kreditor dengan debitor [1] Baca lebih lanjut

Categories: Pemikiran Penulis | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.